Artikel ini membahas pencurahan Roh Kudus dalam perspektif studi Alkitab dengan menyoroti makna teologis serta implikasinya bagi kehidupan orang percaya. Kajian difokuskan pada peristiwa Pentakosta dalam Kitab Kisah Para Rasul sebagai penggenapan janji Allah dan awal pelayanan gereja mula-mula. Penelitian ini menelaah bagaimana Roh Kudus dipahami sebagai sumber kuasa rohani, pembimbing kehidupan iman, serta sarana pembentukan persekutuan umat percaya.

Secara teologis, pencurahan Roh Kudus dipahami sebagai karya Allah yang menghadirkan pembaruan hidup, pengudusan, keberanian bersaksi, dan pertumbuhan iman. Artikel ini juga mengkaji hubungan antara karya Roh Kudus dengan misi gereja, karunia rohani, serta transformasi karakter orang percaya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pembahasan menyoroti berbagai pandangan teologis mengenai baptisan Roh Kudus dan relevansinya dalam konteks gereja masa kini.

Implikasi praktis dari pencurahan Roh Kudus menunjukkan bahwa kehidupan orang percaya tidak hanya berorientasi pada pengalaman spiritual, tetapi juga pada pertumbuhan moral, kesatuan jemaat, pelayanan, serta kesaksian di tengah masyarakat. Melalui pendekatan biblika dan teologis, artikel ini menegaskan bahwa Roh Kudus memiliki peranan sentral dalam membangun kehidupan Kristen yang dewasa, aktif dalam pelayanan, dan setia kepada ajaran firman Tuhan.

Published: 17-05-2026